Connect with us

Teknologi

4 Cara Mudah Menggunakan Konektor BNC dan Penjelasannya

Published

on

4 Cara Mudah Menggunakan Konektor BNC dan Penjelasannya

Apa Anda paham kegunaan dari konektor kabel coaxial? 

Tipe konektor tersebut biasanya banyak ditemukan untuk pemasangan frekuensi radio. Sebelum bahas lebih jauh, Anda perlu paham dulu dengan apa itu konektor.

Konektor sendiri merupakan sebuah komponen yang berfungsi untuk menghubungkan satu rangkaian perangkat ke rangkaian lain. Jenis dari tiap konektor memiliki fungsi yang berbeda-beda termasuk dengan kabel coaxial. 

Kabel coaxial sendiri adalah sebuah kabel yang mempunyai dua konduktor. Konduktor yang pertama yaitu copper yang berada di pusat inti atau di tengah dan terbuat dari tembaga. Lalu konduktor yang kedua berbentuk melingkar di luar isolator pertama tadi.

Ada beberapa tipe kabel coaxial memiliki besar yang lebih ketimbang tipe yang lain. Semakin besar kabelnya, maka akan semakin besar juga data kapasitasnya. Selain itu, lebih jauh jangkauan jaraknya dan terlalu sensitif terhadap interferensi aliran listrik.

Setelah mengetahui pengertian dari kabel coaxial, ada juga sebuah konektor yang bisa dipakai bersamaan dengan kabel jenis tersebut, yaitu konektor BNC yang merupakan singkatan dari Bayonet Neil Concelman.

Konektor BNC sendiri memiliki beberapa jenis yang biasa digunakan pada radio, televisi, komputer dan topologi tertentu. 

Jenis-jenis BNC Pada Konektor Kabel Coaxial

4 Cara Mudah Menggunakan Konektor BNC dan Penjelasannya
Sumber gambar: wikipedia.org

BNC memiliki versi yang berbeda-beda, ada yang 50 ohm, bahkan ada juga yang 75 ohm. Awal mulanya semua itu hanya berukuran 50 ohm namun seiring bertambahnya ilmu elektronika, veri 75 ohm sekarang banyak digunakan.

1. BNC RG59 

Konektor BNC yang satu ini sering digunakan untuk menghubungkan antara kabel dengan perangkat monitor seperti CCTV, DVR, dan juga kamera. Para ahli menganjurkan konektor ini karena merupakan jenis terminasi yang cocok untuk dipakai di bangunan instalasi oleh pemilik rumah tangga.

2. BNC RG6 Crimping

Selanjutnya ada konektor jenis RG6. Kegunaannya sama dengan jenis konektor sebelumnya jadi digunakan untuk menghubungkan perangkat seperti CCTV termasuk monitor, DVR, dan juga kamera. 

3. BNC – RCA 

Nah, kalau yang ini biasanya digunakan untuk mengubah konektor BNC menjadi RCA yang nantinya akan dihubungkan ke monitor dan juga TV.

4. BNC RG6 Twist

Pada konektor kabel coaxial, jenis ini tidak beda jauh dengan BNC RG Crimping, hanya saja memiliki bentuk yang lebih berbeda. Jenis ini biasa digunakan pada kabel coaxial untuk menghubungkan kamera CCTV atau pun DVR.

5. BNC to BNC 

Yang terakhir ada jenis BNC ke BNC yang merupakan konektor untuk digunakan menyambungkan kabel dari BNC RG6 dan disambungkan ke TV, Monitor, dan juga DVR.

Cara Menggunakan BNC Konektor 

Sumber gambar: id.aliexpress.com

Anda perlu mengurut kabel croaxia terlebih dahulu sebelum menggunakannya. Jika sudah dengan hasil yang baik, selanjutnya mulai pasang konektor BNC yang sudah dipersiapkan. 

  • Kupas bagian luar- Yang pertama, Anda perlu kupa bagian luar kabel coaxial. Langkah ini bisa menggunakan alat pemotong atau gunting. 
  • Buang bagian dalam – Eits.. tidak semua dibuang ya! hanya bagian selongsong dalam saja yang perlu Anda buang. Jadi kawat tunggal yang berada di dalam akan terlihat dan juga serabut kawat ditekuk kebelakang.
  • Pasang konektor – Anda berikutnya perlu memasang konektor dan memutarnya dengan searah jarum jam. Jangan sampai salah arahnya, ya!
  • Pasang konektor BNC- Selanjutnya pasanglah konektor BNC, kemudian kabel coaxial siap digunakan untuk kamu pasang ke perangkat tertentu.

adi seperti itulah pengertian dan bagaimana konektor BNC bisa digunakan. Namun hati-hati juga dalam pemasangannya ya!. Semoga informasi yang saya rangkum ini cukup bermanfaat untuk anda yang membutuhkannya. Jangan lupa ikuti blog ini untuk mendapatkan ulasan informatif lainnya dari saya. Terima kasih.

Continue Reading

Teknologi

Klasifikasi Geotextile dalam Pembangunan

Published

on

Klasifikasi Geotextile dalam Pembangunan

Apa itu geotextile? Material geotextile adalah material yang banyak digunakan dalam berbagai proses pembangunan dan teknik sipil. Material ini memiliki kelebihan yang membuatnya lebih banyak dipilih. Klasifikasi geotextile dibagi menjadi dua.

Dalam teknik sipil, klasifikasi geotextile terbagi menjadi dua yaitu geotextile woven dan non woven. Keduanya memiliki kelebihan dak fungsinya masing-masing. Sehingga, Anda bisa menggunakannya sesuai dengan kebutuhan atau keperluan di lapangan.

Mengenal Material Geotextile

Geotextile adalah sebuah material yang dibuat dengan bahan buatan untuk berbagai keperluan pembangunan. Dalam prosesnya, klasifikasi geotextile memiliki dua jenis yaitu woven dan non woven. Kedua jenis geotextile ini menggunakan bahan dasar yang berbeda dan juga fungsi aplikasi yang berbeda pula.

Banyak orang yang lebih suka untuk menggunakan material geotextile dibandingkan dengan berbagai material alam lainnya. Salah satu alasannya adalah bahan yang lebih awet dan lebih gampang untuk dipakai. Hal inilah yang membuat geotextile lebih disukai oleh pihak pembangunan yang akan melakukan proses kontruksi.

Biasanya, geotextile digunakan untuk perkuatan, filter, penyaringan, dan lain sebagainya. Penggunaanya yang mudah membuatnya banyak dipilih, khususnya untuk tanah dasar. Banyak pondasi tanah yang menyertakan material geotextile karena bentuknya lebih fleksibel tetapi memiliki kekuatan yang cukup baik. Materialnya yang fleksibel ini bisa mengikuti bentuk tanah.

Dengan berbagai kelebihan ini, membuatnya menjadi material favorit untuk keperluan pembangunan. Tetapi, sayangnya geotextile tidak terlalu cocok untuk digunakan pada tanah yang berlumpur dan mudah terkikis seperti akibat dari adanya garam laut.

Sudah paham dengan material ini? Sekarang yuk kita bahas mengenai klasifikasi geotextile yang terkenal ini!

Klasifikasi Geotextile

Klasifikasi Geotextile dalam Pembangunan
source: pixabay.com

 Dalam dunia pembangunan, material geotextile secara umum dibagi menjadi dua jenis lho. Meski demikian, ada pengembangan dari material ini dari beberapa aspek. Maka klasifikasi geotextile tingkat lanjutnya antara lain Geotextile Non Woven, Geotextile Non Woven Continous Filament. Geotextile Woven, Geotextile Woven Multifilament Yarn.

Keempat geotextile di atas mempunyai fungsinya tersendiri sehingga dibentuklah berbagai pilihan ini. Anda harus mengetahui karakter dari masing-maisng geotextile sehingga lebih mudah untuk menggunakannya kelak. Jika Anda merupakan orang yang bergerak di dunia teknik sipil, tentu semua material ini bukan lagi menjadi barang asing bukan?

Jenis Geotextile Non Woven

Jika Anda membutuhkan jenis geotextile yang berupa lembaran, maka Anda harus memilih geotextile jenis ini. Geotextile non woven memiliki bentuk lembaran tipis yang bisa digunakan untuk banyak hal. Susunannya juga tidak berupa anyaman. Geotextile ini memiliki bahan dasar dari serat polymer, biasanya bahan utamanya adalah polypropylene atau polyester.

Bahan ini juga kadang dipakai dalam campuran plastik, sehingga tak heran jika geotextile non woven memiliki serat yang padat seperti pada kemasan plastik dan berbagai olahan yang serupa. Meski dengan bahan ini, ternyata material ini cukup kokoh lho.

Geotextile non woven yang populer ini bisa digunakan sebagai penyaring atau filtrasi di mana material ini mampun untuk menyaring kotoran, tanah, material lain, dan air yang menembus ke tanah dasar. Dengan adanya geotextile non woven sebagai penyaring, tentu saja akan memudahkan Anda untuk menyaring bukan?

Selain itu, material ini juga bisa berguna sebagai pelindung atau proteksi. Salah satu aplikasinya adalah ada di material geobag. Geobag ini biasanya berupa karung-karung dari bahan geotextile yang bisa melindungai tanah atau pesisir. Misalnya adalah untuk mencegah abrasi di pantai atau erosi di sungai.

Penggunaan material ini sangat cocok sebagai perlindungan tanah dan juga perkuatan tanah yang efektif dan kokoh dalam melindungi struktur tanah. Juga agar tanah tidak mudah ambles meski bangunan yang ada di atasnya berat.

Klasifikasi Geotextile Woven

Jika Anda sudah paham dengan jenis non woven di atas, sekarang saatnya untuk mengulik geotextile woven. Dalam klasifikasi geotextile, jenis ini biasanya berupa lembaran yang memiliki serat. Bahan yang digunakan hampir sama dengan jenis sebelumnya, tetapi pada jenis woven biasanya juga memakai serat sintetis. Serat sintetis ini kemudian akan ditenun dengan alat, proses ini biasanya disebut juga dengan ‘slim film’.

Karena ditenun dari bahan serat sintetis, bentuk akhir dari material ini memiliki kesamaan dengan karung plastic. Di mana nantinya pada material ini tentu saja memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda. Walaupun bentuknya menyerupai dengan plastik, tetapi bahan ini cukup kokoh lho. Wah keren juga ya!

Geotextile jenis woven ini nantinya akan dipakai dan diaplikasikan pada berbagai proses pembangunan yang membutuhkan perkuatan. Perkuatan di sini adalah memberikan daya kuat terhadap suatu struktur bangunan agar lebih aman jika akan didirikan gedung di atasnya.

Penggunaan ini biasanya diterapkan dalam berbagai kebutuhan yang membutuhkan daya dukung kekuatan dasar tanah yang tinggi. Misalnya adalah berbagai pembangunan mall dan gedung bertingkat tinggi. Dengan menggunakan perkuatan dari geotextile, maka tanah yang menjadi alas pembangunan tidak mudah ambol.

Selain itu, penggunaan material ini juga dipakai untuk memperkuat tanah dasar yang ada di lapisan timbunan, juga digunakan dalam berbagai konstruksi jalur kereta api, bahkan dalam berbagai pryek yang dilakukan di pertambangan.

Material ini sangat kokoh dan kuat sehingga tak mengherankan jika geotextile woven ini digunakan dalam berbagai proses kontruksi. Selain pada perkuatan di atas, geotextile jenis ini juga akan ditemukan di bendungan, slope reinforcement atau pencegah longsoran, breakwater dan jetty yang berada di perairan lepas. Beberapa yang lainnya juga biasa ada di lahan parker kendaraan, rip rap yang ada di pantai, pada konstruksi bronjong agar kuat, dan reverment yang lebih kokoh.

Selain pada berbagai proyek yang besar, klasifikasi geotextile jenis ini juga bisa ditemukan di area perumahan yang lantai dasarnya tidak kokoh. Sehingga, untuk memperkuat tanah sebelum dibangun rumah atau apartemen akan lebih kokoh dan kuat sehingga tidak akan ambles.

Baca juga: Fenomena 10 Kecelakaan Kapal Laut Terbesar Sepanjang Sejarah

Geotextile Woven Tipe Multifilament Yarn

Geotextile  Woven Multifilament Yarn memang namanya belum sefamiliar jenis di atas. Jenis ini merupakan jenis geotextile woven yang lebih lanjut atau dengan kata lain versi upgrade dari material geotextile woven itu sendiri. Wah ternyata ada jenis lainnya ya!

Jenis multifilament yarn ini ditenun dengan menggunakan mesin dan menghasilkan pola berbentuk uniaxial dan juga biaxial. Material ini dikatakan sebagai versi lebih tinggi dan berkualitas daripada jenis geotextile woven pada umumnya karena memiliki ketahanan yang lebih tinggi dan kuat dibandingkan dengan woven biasa.

Aplikasi dari material ini digunakan untuk berbagai material dan pembangunan dengan ketahanan yang sangat tinggi. Geotextile jenis ini juga mempunyai daya serap air yang tinggi lho untuk proses penyerapan atau infiltrasi. Jika, bangunan yang membutuhkan bantuan untuk proses penyerapan air akan lebih baik menggunakan material jenis ini.

Material ini sangat banyak dipakai pada calon bangunan yang mempunyai wilayah dengan kadar air tinggi. Keunggulan material ini mempunyai kekuatan maksimum untuk menampung dan memperkuat hingga tekanan 200 kn per meter. Dengan daya tahan yang kokoh ini, material jenis ini memiliki ketahanan korosi yang tinggi dan mudah untuk dipindahkan. 

Jika anda mempunyai konstruksi bangunan di kawasan pantai atau sungai, direkomendasikan untuk memilih jenis geotextile ini karena memilliki daya tahan kokoh yang baik dan stabil. Jika Anda akan menggunakannya, akan lebih baik mengenali fungsinya terlebih dahulu, juga polanya. Baik itu pola uniaxial atau biaxial. Menarik bukan?

Geotextile Non Woven Kategori Continous Filament

Geotextile Non Woven Continuos Filament merupakan jenis yang masuk dalam kategori klasifikasi geotextile non woven yang premium dan khusus untuk berbagai proyek tertentu. Material ini memiliki bahan yang kokoh dan lebih baik daripada jenis geotextile non woven pada umumnya. Maka, dengan menggunakan material ini, akan teruji ketahanannya.

Jika Anda sedang melakukan proses pembangunan dengan tekanan dan membutuhkan daya tahan tinggi, maka Anda harus menggunakan material jenis ini. Kekuatan serat dan unsur penyusunan lebih kuat dibandingkan dengan jenis geotextile non woven pada umumnya, seratnya lebih erat dengan struktur yang padat.

Dengan kondisi serat seperti ini, maka memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam proses pembangunan ini. Material ini banyak digunakan dalam proyek besar yang membutuhkan tensile strength dengan kekuatan tinggi.

Meskipun material ini memiliki kualitas yang tinggi, tetapi bahan jenis ini termasuk dalam klasifikasi geotextile yang kurang cocok pada tanah berlumpur dan memiliki kadar air cukup tinggi. Maka, jika Anda akan melakukan pembangunan dengan tanah dasar berlumpur, lebih baik jika menggunakan jenis geotextile woven saja.

Mengenal Variasi Geosintetik

Selain klasifikasi dari geotextile, ragam geosintetik yang lain juga banyak dibutuhkan dalam berbagai jenis pembangunan lho. Bahan ini sangat multifungsi dan memiliki kekuatan yang baik dibandingkan menggunakna berbagai pilihan material lain. Ada banyak jenisnya, antara lain geogrid, geopipe, geotube, dan lain sebagainya.

Dengan ragamnya yang sangat bervariasi, tentu saja akan membantu Anda dalam memilih berbagai jenis geosintetik untuk keperluan konstruksi Anda. Jika Anda mengetahui kebutuhan Anda, maka bisa memilih berbagai pilihan ini dengan mudah.

Geogrid untuk Perkuatan Tanah

Jika Anda akan melakukan pembangunan dengan membutuhkan perkuatan tanah agar lebih kokoh, Anda bisa menggunakan jenis geogrid. Geogrid ini memiliki bentuk berupa susunan tulangan berbentuk kotak yang persegi. Material ini juga sangat cocok diaplikasikan pada berbagai ragam jenis keadaan tanah lho.

Jika Anda memperkuat tanah dengan kondisi yang berlumpur, Anda bisa memakai jenis ini lho. Ada yang menyebutkan bahwa material geogrid ini adalah bentuk dari geotextile yang lebih baik, baik itu dari bentuk dan kualitasnya.

Jenis geogrid sendiri memiliki beberapa variasi di dalamya. Beberapa variasi yang dikenal dalam pengaplikasian geogrid adalah biaxial, triaxial, dan juga uniaxial. Ketiganya memiliki fungsi dan pengaplikasian yang berbeda sehingga tidak bisa digunakan dengan sembarangan.

Dengan adanya banyak pilihan di dalam klasifikasi geotextile, membuatnya menjadi salah satu material yang banyak dibutuhkan dalam dunia konstruksi. Dengan menggunakan geotextile, maka proses perkuatan tanah untuk pembangunan akan lebih mudah dilakukan.

Dengan harga yang terjangkau, penggunaan yang maksimal, dan pemasangan yang mudah tentu saja akan membuat proses pembangunan Anda menjadi lebih efisien dan bisa menghemat anggaran dengan kualitas bangunan yang baik. 

Demikian penjelasan mengenai empat klasifikasi geotextile untuk Anda. Semoga bermanfaat! Kunjungi website jual geotextile murah di www.nonwoven-geotextile.com

Continue Reading

Blogroll

Trending